“ Bukalah mata batin lebih besar. Masa sih tidak ada
yang menarik perhatianmu? Lihatlah disekitar,” “Tulislah apa saja yang menarik
di hatimu. Yang menggerakkan niatmu.” (Atmowiloto : 1995).
Adakalanya kita sadar bahwasanya hidup ini membentuk
suatu rantai yang akan berputar siklusnya. Kita tidak mungkin akan mengalami
masalah yang sama dalam kehidupan, secepat rantai itu berputar sejauh mana kita
berhasil mengatasi kehidupan ini. Kalimat tersebut sangat erat kaitannya dengan
perpindahan dari generasi ke generasi lain. Kita tahu bahwa kita akan belajar
dari generasi terdahulu , mereka yang memberi arti pada hidup kita, pada bangsa
dan negara. Mereka akan merusak kesempatannya atau memanfaatkan masa mudanya
juga akan berpengaruh pada kita, pelaku masa depan. Masa muda haruslah masa
yang produktif, yang dapat menjadikan makna bagi kehidupannya dan juga
kehidupan lingkungannya. Kita bedakan pemuda terdahulu dengan sekarang,
produktif zaman dahulu bisa dilihat dari sejauh mana mereka membela negaranya,
menciptakan pemikiran – pemikiran baru untuk menghasut penjajah ataupun menjadi
orang yang terdidik untuk membangun negara.
Secepat rantai itu berputar lagi, sejauh mana
kehidupan terdahulu akan berubah. Masih ingatkah kita dengan seorang Manmohan
Singh, dia seorang menteri keuangan India yang mengajak kaum pelajar untuk
sekolah ke luar negeri. Hasilnya mereka inilah yang merubah wajah India
sekarang. Atau jika kita mengingat lebih dalam, kita temukan seorang Deng Xiao
Peng yang mengkapitalisasi perekonomian Cina kemudian membuka kesempatan besar
bagi pemuda – pemua Cina untuk mengeyam pendidikan ke luar negeri. Mereka
itulah yang menjadikan Cina seperti sekarang, yang maju perekonomiannya. Sekiranya
kita tahu makna pemuda yang produktif zaman sekarang. Pemuda sekarang tak harus
pegang senjata, mereka tak selalu menjadi orang yang kuat fisiknya untuk
menghabisi lawan. Pemuda zaman sekarang adalah pemuda yang harus memiki
keyakinan, kecerdasan, pengetahuan yang global, mampu mencari peluang hingga
pemuda yang mampu menjadikan waktunya dengan tindakan yang bermanfaat. Namun
kita jangan lupa bahwa pemuda haruslah manusia yang bermoral. Dengan moral
mereka akan mengerti mana yang hak dan yang bathil.
Ironi Pemuda Indonesia
Pemuda tidak datang
dari kaum pelajar saja, pemuda acuannya tidak pada usia (fisik) namun orang
yang berjiwa (psikis) muda, yang semangat, kuat dan memihak pada kepentingan
orang banyak. Pemuda Indonesia datang dari berbagai kalangan mulai dari
pelajar, mahasiswa, pengusaha muda, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau
yang sejenisnya hingga kepala daerah. Bila dilihat dari contoh tersebut orang
akan senang dan bangga melihat para pemuda menempati kedudukan yang mulia
seperti itu. Mereka menjadi seperti itu pasti dengan perjuangan.Mereka adalah
pemuda – pemuda yang produktif, mereka dapat merubah lingkungannya dan berdaya
guna tinggi. Pemuda sebagai siswa adalah pemuda yang senantiasa belajar dengan
baik sebagai bekal masa depan dirinya dan negaranya. Pemuda sebagai mahasiswa
adalah mereka yang mulai aktif belajar bersosialisasi dengan lingkungannya dan
belajar mengenai permasalahan lingkungan sekitar. Lebih produktif lagi, pemuda
yang ulet,terampil, dan menciptakan inovasi, yaitu pemuda sebagai pengusaha
muda. Merekalah yang menciptakan hal – hal baru di lingkungan sekitar, mereka
menjadi produktif karena jasa yang diberikan pada kita dapat dimanfaatkan
langsung. Lalu banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan kepala daerah yang
berasal dari kalangan pemuda. Merekalah orang – orang yang memimpin Negara ini.
Mereka orang – orang yang memiliki kewibawaan serta peka terhadap permasalahan
sekitar.
Gambaran diatas merupakan gambaran
umum saja mengenai pemuda Indonesia. Negara kita ini luas, banyak permasalahan
yang nampak maupun yang belum terungkap disisni.Kita sadar Negara kita sekarang
sedang dalam grafik penurunan. Permasalahan tersebut dalam di lihat dari
tingkat Korupsi, kolusi dan nepotisme yang tinggi, demonstrasi yang anarki,
hingga orang – orang yang berlaku dzolim
seperti penimbunan dan penyelundupan illegal bahan pangan yang menyebabkan
tingginya harga bahan pangan. Masalah tersebut sangat merugikan rakyat, mereka
tidak mengetahui seluk beluk dari semua itu namun imbasnya juga mengarah ke
rakyat sendiri. Sebuah pertanyaan besar, siapakah dalang dibalik itu? Siapapun
itu yang pasti mereka semua pernah menjadi seorang pemuda atau bahkan mereka
adalah seorang pemuda. Terlepas dari pujian yang diberikan kepada pemuda
Indonesia, sebenarnya ada banyak kebobrokan
pada pemuda kita. Dalam aspek akidah, kita tidak memungkiri bahwa pemuda
sekarang sudah terpengaruh dengan efek globalisasi. Seiring perubahan zaman dan
meningkatnya arus teknologi, banyak diantara mereka yang menduakan ibadahnya
dengan produk – produk teknologi sekarang. Kemudian dari segi politik, sudah
sejauh mana mereka pemuda bermain – main seenaknya. Lihat saja tingkat korupsi
negara kita dan siapa saja dalang dari semua itu, sebagian mereka adalah pemuda
kita. Dalam aspek sosial, pemuda kita juga banyak yang terseret dengan
kebudayaan barat. Hal yang kecil saja kita bisa lihat di tingkat sekolah.
Padahal kita tahu sekolah kita adalah tempat mencari ilmu namun pemuda sekarang
lebih suka menunjukkan kehidupan modern dan berlomba – lomba dalam mengkoleksi
produk – produk mahal.
Melihat gambaran tersebut, kita bisa
tahu seperti apa pemuda yang baik untuk dicontoh maupun yang tidak baik untuk
dicontoh.Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al – Bukhori, berbunyi :
"Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak
orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi
sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti
mereka". Kami bertanya, "Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?"
Jawab Nabi, "Siapa lagi?" (HR.
Al-Bukhari dari Abu Sa`id Al-Khudri).
Hadist tersebut korelasinya adalah para
pemuda kita. Harusnya pemuda sekarang mencontoh perjuangan para pendiri Negara
supaya mereka dapat mengambil manfaat dari itu. Bukan malah mencontoh kehidupan
yang tak tersaring dengan kebudayaan bangsa kita. Oleh sebab itu jadilah pemuda
yang bermanfaat supaya kelak dapat dicontoh yang baik oleh pemuda masa
mendatang.
Pemuda
Sebagai Penulis
Sebagai
pemuda harapan bangsa, sudah saatnya kita sadar bahwa kita adalah masa depan bangsa Indonesia.
Pemuda yang berhasil akan berpengaruh pada perkembangan negaranya. Merekalah
yang menetukan negara kita akan maju atau bahkan tambah terpuruk kedepannya.
Salah satu hal yang kecil namun bila kita telaah lebih dalam akan berdampak
yang cukup besar bagi bangsa adalah kesadaran para pemuda tentang
menulis.Menulis merupakan suatu kegiatan yang hebat, madsutnya hebat dapat
berarti hanya orang – orang yang memiliki wawasan luas yang dapat menulis.
Orang sebagai penulis secara otomatis mereka telah menguasai pokok bahasan yang
mereka tulis dan yang pasti mereka adalah seorang yang aktif membaca buku.
Budaya menulis dikalangan pemuda harus ditingkatkan, pemuda suatu bangsa yang
telah sanggup untuk menulis akan menandai bahwa bangsa tersebut adalah bangsa
yang terpelajar. Selain mereka ahli dalam suatu permasalahan, mereka juga dapat
banyak ilmu dari cara mereka membaca atau melakukan penelitian. Kegiaatan
menulis ini merupakan kegiatan yang produktif bagi pemuda, pemuda dapat menghasilkan
buku – buku yang dapat dibaca oleh masyarakat. Bukan hanya soal profit saja
namun pengaruh yang diberikan tentang budaya menulis ini akan diikuti oleh
masyarakat seiring dengan lancarnya budaya menulis.
Sudah banyak pemuda kita yang berkecimbung didunia
penulisan. Sebut saja Andrea Hirata dan Raditya Dika. Kedua sosok tersebut
adalah pemuda yang telah sukses dan tokoh yang berpengaruh terhadap
perkembangan dunia pertulisan indonesia. Andre hirata yang masa kecilnya
hanyalah anak kampung memiliki semangat yang kuat untuk menjadi seorang
penulis. Bayangkan saja hanya menuliskan kehidupan masa kecilnya hingga ia
dewasa, novel yang ditulis Andre Hirata laku besar. Lebih muda lagi adalah
sosok Raditya Dika, sudah lima buku lebih yang telah ia tulis walaupun ia masih
duduk di bangku kuliah. Dari
contoh – contoh diatas menandai bahwa pemuda kita bisa untuk maju dan menjadi
orang terpelajar. Namun perlu kita garis bawahi menulis bukan sembarang
menulis, menulis memerlukan teknik dan kesungguhan dalam melakukannya.
Menulis
yang baik tentu sesuai teknik serta orientasi kedepannya terhadap karya
tulisannya. Dalam menulis yang baik pertama kita harus menentukan objek akan
hal yang akan kita tulis. Objek tersebut harus sesuai dengan keadaan dan
kemauan masyarakat supaya dapat bernilai tinggi bagi masyarakat. Dari aspek ini
saja seoarang penulis sudah bepikir keras dan menjadi orang yang inovatif
karena seoarang penulis ibarat pencipta pertama kali. Bayangkan bila ide – ide
inovatif ini dimiliki oleh pemuda kita, pasti bangsa kita akan maju karena
pemudanya pencipta inovasi – inovasi yang belum ada didunia. Lalu pemakaian
kata dalam penulisan dan ketepatan bahasa juga diperhatikan. Sikap kehatia –
hatian seorang penulis sangat diperlukan disini, karena penulis harus peka
terhadap kondisi pembaca sehingga penulis tidak mau pembaca merasa bosan dan
tersinggung dengan isi tulisan. Aspek tersebut menandakan seorang penulis juga
ahli dalam sosiaisasi dengan lingkungannya, sosialisasi ini sangat penting bagi
kehidupan peuda kita. Jangan sampai pemuda kita kuper atau kurang
pergaulan sehingga pemuda kita pasif dalam kehidupannya. Lalu tahap akhir dalam
penulisan adalah usaha yang kreatif dalam pemasarannya. Penulis yang gagal
biasanya mereka kurang aktif dan jago dalam pemasarannya. Oleh sebab itu
seorang penulis perlu menguasai teknik pemasaran yang baik pula. Hal ini
menggambarkan bahwa penulis adalah orang yang memilii jiwa pengusaha. Pengusaha
sangat cerdik dalam hal pemasaran dan ketepatan dalam pemasarannya, penulis yang
ingin sukses pun juga seperti itu. Secara keseluruhan dengan menulis pemuda
Indonesia dapat mengembangkan ilmu yang telah ia dapat, mendapatkan ilmu baru
serta pada akhirnya mereka akan sukses bila menulis dengan cerdas. Suksesnya
pemuda sebagai penulis akan berpengaruh kepada perkembangan bangsa baik moral
dan pembangunan bangsa. Selain itu akan timbul jiwa semangat , penuh
perjuangan, dan manusia yang berpendidikan yang dimiliki pemuda Indonesia kita
Secara umum dengan
meulis pemuda kita akan menadapatkan banyak hal yang positif yang akan
berdampak pula pada bangsa kita. Menurut Eddy Supriyatna, seorang wartawan
senior dari LKBN Antara yang menyampaikan materi tentang Membangun Kepercayaan
Diri melalui Menulis, ia menjelaskan bahwa dengan menulis kita akan menjadi
terkenal, lebih dapat membuka diri untuk perubahan, lebih dapat berpikir secara
luas, dan pemikirannya tidak kalah pintar dari seorang professor sekali pun
karena dia terus membaca dan bergelut dengan buku dan berita. Selain itu
menulis juga dapat dijadikan ajang untuk mencari penghasilan, menjadikan pola pikir
yang maju dan menuntut hal yang baru, menjadi ciri manusia yang berintelektual,
serta dengan menulis kita dapat menyampaikan madsut pesan yang terkandung dalam
isi tulisan pada masyarakat.
Membangun Pemuda yang Produktif
dengan Menulis
Sebuah
keungulan dan hobi sejatinya belum lengkap tanpa kita mendapat manfaat dari
itu. Manfaat yang sudah pasti didapat adalah pengetahuan yang tak ternilai
harganya. Pengetahuan saja tidak cukup bila kita hanya sekadar mengetahuinya
saja. Kesuksesan bukan saja kita cerdas, namun bagaimana kita mengolah itu
untuk bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam bahasan ini kita akan
berbicara tentang pentingnya seorang pemuda yang dapat bermanfaat dan produktif
bagi lingkungannya. Pemuda yang bergelut didunia penulisan memang perlu
menguasahi betul teknik penulisan dan pemasaran suatu karya agar ia sukses.
Kesuksesan sebagai penulis sangatlah beragam, kita bisa sebagai seorang guru
yang selalu mengajari kepada generasi dibawah kita tentang dunia penulisan.
Dengan cara seperti itu kita akan jadi orang yang bermanfaat dan berkembang,
karena ilmu yang kita berikan tak ternilai harganya dan semakin kita
mengajarkannya kita akan mendapat ilmu – ilmu baru. Tindakan belajar mengajar
sebagai contoh pada aspek dunia penulisan tadi sangat dianjurkan. Seperti pada
firman Allah SWT : bacalah dengan (meneyebut) nama Tuhanmu yang
Menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang Mengajarkan (manusia)dengan perantara kalam,
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (al-alaq 1-5). Dari
dalil tersebut jelas sekali perintah Allah SWT agar sesame manusia saling
berbagi ilmu. Dengan mengajarkan generasi dibawah kita tentang dunia penulisan,
secara otomatis kita telah berbagi ilmu pada orang lain.
Produktif
yang lain, seorang pemuda harus pintar – pintar betul agar hasil penulisannya
dibaca oleh orang lain. Pemuda yang ingin sukses dengan cara itu harus sungguh –
sungguh dan selalu menghargai waktu agar hasil tulisannya baik dan selesai pada
waktunya. Ketepatan dalam pengorbitan hasil tulisan juga mempengaruhi terhadap
minat baca masyarakat. Penulis harus bisa mengarur waktu kapan ia mengorbitkan
karyanya dan kapan pula ia mulai membuatnya suapaya dapat tepat waktu. Dengan
pengetahuan akan hal tersebut, otomatis hasil tulisan dari penulis dapat dibaca
oleh orang banyak dan secara tidak langsung ibarat mesin uang,
keuntungan yang diperoleh akan datang dengan sendirinya. Melihat aspek
keproduktifan dari hal menulis, pemuda Indonesia akan maju bila dapat melakukan
hal demikian. Bayangkan saja seorang anak yang masih duduk disekolah dasar saja
sudah ada yang mengorbitkan novel anak – anak, bagaimana bila pemuda – pemuda
kita yang masih remaja hingga dewasa menciptakan bukunya masing – masing ?
pasti bangsa ini akan maju dan bermoral karena seorang penulis seperti itu
memiliki jiwa kepekaan terhadap lingkungan dan berintelektual tinggi.
Seorang
penulis tidak bisa dikatakan sebagai suatu bakat yang dimiliki seseorang.
Menulis tidak terikat oleh apapun, siapapun boleh menulis baik anak – anak,
remaja, pemuda, hingga seorang Menteri pun sanggup untuk menulis. Menulis yang
baik sebenarnya mudah, hanya saja kita tidak siap untuk mengorbankan waktu kita
untuk itu. Pesan untuk pemuda Indonesia, menulis itu suatu hal yang mulia dan
jangan pernah menganggap menulis itu sulit. Awalai dirimu dengan niat dan
kesungguhan lalu tulis saja tentang masa lalumu atau apa yang ada dipikiranmu
hingga kamu mau berpikir untuk melanjutkan ke baris – baris selanjutnya.
Menjadi seorang penulis artinya kita adalah orang – orang yang mengetahui
sebelum orang lain tau, kita mengetahui permasalahan sebelum orang lain tahu,
dan kita mengetahui cara menyeesaikan masalah lebih dahulu.

0 komentar:
Posting Komentar