Senin, 06 Januari 2014

Coretan Tangan Pemuda




“ Bukalah mata batin lebih besar. Masa sih tidak ada yang menarik perhatianmu? Lihatlah disekitar,” “Tulislah apa saja yang menarik di hatimu. Yang menggerakkan niatmu.” (Atmowiloto : 1995).


Adakalanya kita sadar bahwasanya hidup ini membentuk suatu rantai yang akan berputar siklusnya. Kita tidak mungkin akan mengalami masalah yang sama dalam kehidupan, secepat rantai itu berputar sejauh mana kita berhasil mengatasi kehidupan ini. Kalimat tersebut sangat erat kaitannya dengan perpindahan dari generasi ke generasi lain. Kita tahu bahwa kita akan belajar dari generasi terdahulu , mereka yang memberi arti pada hidup kita, pada bangsa dan negara. Mereka akan merusak kesempatannya atau memanfaatkan masa mudanya juga akan berpengaruh pada kita, pelaku masa depan. Masa muda haruslah masa yang produktif, yang dapat menjadikan makna bagi kehidupannya dan juga kehidupan lingkungannya. Kita bedakan pemuda terdahulu dengan sekarang, produktif zaman dahulu bisa dilihat dari sejauh mana mereka membela negaranya, menciptakan pemikiran – pemikiran baru untuk menghasut penjajah ataupun menjadi orang yang terdidik untuk membangun negara.
Secepat rantai itu berputar lagi, sejauh mana kehidupan terdahulu akan berubah. Masih ingatkah kita dengan seorang Manmohan Singh, dia seorang menteri keuangan India yang mengajak kaum pelajar untuk sekolah ke luar negeri. Hasilnya mereka inilah yang merubah wajah India sekarang. Atau jika kita mengingat lebih dalam, kita temukan seorang Deng Xiao Peng yang mengkapitalisasi perekonomian Cina kemudian membuka kesempatan besar bagi pemuda – pemua Cina untuk mengeyam pendidikan ke luar negeri. Mereka itulah yang menjadikan Cina seperti sekarang, yang maju perekonomiannya. Sekiranya kita tahu makna pemuda yang produktif zaman sekarang. Pemuda sekarang tak harus pegang senjata, mereka tak selalu menjadi orang yang kuat fisiknya untuk menghabisi lawan. Pemuda zaman sekarang adalah pemuda yang harus memiki keyakinan, kecerdasan, pengetahuan yang global, mampu mencari peluang hingga pemuda yang mampu menjadikan waktunya dengan tindakan yang bermanfaat. Namun kita jangan lupa bahwa pemuda haruslah manusia yang bermoral. Dengan moral mereka akan mengerti mana yang hak dan yang bathil.

Ironi Pemuda Indonesia
            Pemuda tidak datang dari kaum pelajar saja, pemuda acuannya tidak pada usia (fisik) namun orang yang berjiwa (psikis) muda, yang semangat, kuat dan memihak pada kepentingan orang banyak. Pemuda Indonesia datang dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pengusaha muda, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau yang sejenisnya hingga kepala daerah. Bila dilihat dari contoh tersebut orang akan senang dan bangga melihat para pemuda menempati kedudukan yang mulia seperti itu. Mereka menjadi seperti itu pasti dengan perjuangan.Mereka adalah pemuda – pemuda yang produktif, mereka dapat merubah lingkungannya dan berdaya guna tinggi. Pemuda sebagai siswa adalah pemuda yang senantiasa belajar dengan baik sebagai bekal masa depan dirinya dan negaranya. Pemuda sebagai mahasiswa adalah mereka yang mulai aktif belajar bersosialisasi dengan lingkungannya dan belajar mengenai permasalahan lingkungan sekitar. Lebih produktif lagi, pemuda yang ulet,terampil, dan menciptakan inovasi, yaitu pemuda sebagai pengusaha muda. Merekalah yang menciptakan hal – hal baru di lingkungan sekitar, mereka menjadi produktif karena jasa yang diberikan pada kita dapat dimanfaatkan langsung. Lalu banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan kepala daerah yang berasal dari kalangan pemuda. Merekalah orang – orang yang memimpin Negara ini. Mereka orang – orang yang memiliki kewibawaan serta peka terhadap permasalahan sekitar.
            Gambaran diatas merupakan gambaran umum saja mengenai pemuda Indonesia. Negara kita ini luas, banyak permasalahan yang nampak maupun yang belum terungkap disisni.Kita sadar Negara kita sekarang sedang dalam grafik penurunan. Permasalahan tersebut dalam di lihat dari tingkat Korupsi, kolusi dan nepotisme yang tinggi, demonstrasi yang anarki, hingga orang – orang yang berlaku dzolim seperti penimbunan dan penyelundupan illegal bahan pangan yang menyebabkan tingginya harga bahan pangan. Masalah tersebut sangat merugikan rakyat, mereka tidak mengetahui seluk beluk dari semua itu namun imbasnya juga mengarah ke rakyat sendiri. Sebuah pertanyaan besar, siapakah dalang dibalik itu? Siapapun itu yang pasti mereka semua pernah menjadi seorang pemuda atau bahkan mereka adalah seorang pemuda. Terlepas dari pujian yang diberikan kepada pemuda Indonesia, sebenarnya ada banyak kebobrokan pada pemuda kita. Dalam aspek akidah, kita tidak memungkiri bahwa pemuda sekarang sudah terpengaruh dengan efek globalisasi. Seiring perubahan zaman dan meningkatnya arus teknologi, banyak diantara mereka yang menduakan ibadahnya dengan produk – produk teknologi sekarang. Kemudian dari segi politik, sudah sejauh mana mereka pemuda bermain – main seenaknya. Lihat saja tingkat korupsi negara kita dan siapa saja dalang dari semua itu, sebagian mereka adalah pemuda kita. Dalam aspek sosial, pemuda kita juga banyak yang terseret dengan kebudayaan barat. Hal yang kecil saja kita bisa lihat di tingkat sekolah. Padahal kita tahu sekolah kita adalah tempat mencari ilmu namun pemuda sekarang lebih suka menunjukkan kehidupan modern dan berlomba – lomba dalam mengkoleksi produk – produk mahal.
            Melihat gambaran tersebut, kita bisa tahu seperti apa pemuda yang baik untuk dicontoh maupun yang tidak baik untuk dicontoh.Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al – Bukhori, berbunyi : "Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka". Kami bertanya, "Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?" Jawab Nabi, "Siapa lagi?" (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa`id Al-Khudri).
Hadist tersebut korelasinya adalah para pemuda kita. Harusnya pemuda sekarang mencontoh perjuangan para pendiri Negara supaya mereka dapat mengambil manfaat dari itu. Bukan malah mencontoh kehidupan yang tak tersaring dengan kebudayaan bangsa kita. Oleh sebab itu jadilah pemuda yang bermanfaat supaya kelak dapat dicontoh yang baik oleh pemuda masa mendatang.
Pemuda Sebagai Penulis
            Sebagai pemuda harapan bangsa, sudah saatnya kita sadar bahwa kita adalah masa depan bangsa Indonesia. Pemuda yang berhasil akan berpengaruh pada perkembangan negaranya. Merekalah yang menetukan negara kita akan maju atau bahkan tambah terpuruk kedepannya. Salah satu hal yang kecil namun bila kita telaah lebih dalam akan berdampak yang cukup besar bagi bangsa adalah kesadaran para pemuda tentang menulis.Menulis merupakan suatu kegiatan yang hebat, madsutnya hebat dapat berarti hanya orang – orang yang memiliki wawasan luas yang dapat menulis. Orang sebagai penulis secara otomatis mereka telah menguasai pokok bahasan yang mereka tulis dan yang pasti mereka adalah seorang yang aktif membaca buku. Budaya menulis dikalangan pemuda harus ditingkatkan, pemuda suatu bangsa yang telah sanggup untuk menulis akan menandai bahwa bangsa tersebut adalah bangsa yang terpelajar. Selain mereka ahli dalam suatu permasalahan, mereka juga dapat banyak ilmu dari cara mereka membaca atau melakukan penelitian. Kegiaatan menulis ini merupakan kegiatan yang produktif bagi pemuda, pemuda dapat menghasilkan buku – buku yang dapat dibaca oleh masyarakat. Bukan hanya soal profit saja namun pengaruh yang diberikan tentang budaya menulis ini akan diikuti oleh masyarakat seiring dengan lancarnya budaya menulis.
            Sudah banyak pemuda kita yang berkecimbung didunia penulisan. Sebut saja Andrea Hirata dan Raditya Dika. Kedua sosok tersebut adalah pemuda yang telah sukses dan tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan dunia pertulisan indonesia. Andre hirata yang masa kecilnya hanyalah anak kampung memiliki semangat yang kuat untuk menjadi seorang penulis. Bayangkan saja hanya menuliskan kehidupan masa kecilnya hingga ia dewasa, novel yang ditulis Andre Hirata laku besar. Lebih muda lagi adalah sosok Raditya Dika, sudah lima buku lebih yang telah ia tulis walaupun ia masih duduk di bangku kuliah. Dari contoh – contoh diatas menandai bahwa pemuda kita bisa untuk maju dan menjadi orang terpelajar. Namun perlu kita garis bawahi menulis bukan sembarang menulis, menulis memerlukan teknik dan kesungguhan dalam melakukannya.
            Menulis yang baik tentu sesuai teknik serta orientasi kedepannya terhadap karya tulisannya. Dalam menulis yang baik pertama kita harus menentukan objek akan hal yang akan kita tulis. Objek tersebut harus sesuai dengan keadaan dan kemauan masyarakat supaya dapat bernilai tinggi bagi masyarakat. Dari aspek ini saja seoarang penulis sudah bepikir keras dan menjadi orang yang inovatif karena seoarang penulis ibarat pencipta pertama kali. Bayangkan bila ide – ide inovatif ini dimiliki oleh pemuda kita, pasti bangsa kita akan maju karena pemudanya pencipta inovasi – inovasi yang belum ada didunia. Lalu pemakaian kata dalam penulisan dan ketepatan bahasa juga diperhatikan. Sikap kehatia – hatian seorang penulis sangat diperlukan disini, karena penulis harus peka terhadap kondisi pembaca sehingga penulis tidak mau pembaca merasa bosan dan tersinggung dengan isi tulisan. Aspek tersebut menandakan seorang penulis juga ahli dalam sosiaisasi dengan lingkungannya, sosialisasi ini sangat penting bagi kehidupan peuda kita. Jangan sampai pemuda kita kuper atau kurang pergaulan sehingga pemuda kita pasif dalam kehidupannya. Lalu tahap akhir dalam penulisan adalah usaha yang kreatif dalam pemasarannya. Penulis yang gagal biasanya mereka kurang aktif dan jago dalam pemasarannya. Oleh sebab itu seorang penulis perlu menguasai teknik pemasaran yang baik pula. Hal ini menggambarkan bahwa penulis adalah orang yang memilii jiwa pengusaha. Pengusaha sangat cerdik dalam hal pemasaran dan ketepatan dalam pemasarannya, penulis yang ingin sukses pun juga seperti itu. Secara keseluruhan dengan menulis pemuda Indonesia dapat mengembangkan ilmu yang telah ia dapat, mendapatkan ilmu baru serta pada akhirnya mereka akan sukses bila menulis dengan cerdas. Suksesnya pemuda sebagai penulis akan berpengaruh kepada perkembangan bangsa baik moral dan pembangunan bangsa. Selain itu akan timbul jiwa semangat , penuh perjuangan, dan manusia yang berpendidikan yang dimiliki pemuda Indonesia kita
Secara umum dengan meulis pemuda kita akan menadapatkan banyak hal yang positif yang akan berdampak pula pada bangsa kita. Menurut Eddy Supriyatna, seorang wartawan senior dari LKBN Antara yang menyampaikan materi tentang Membangun Kepercayaan Diri melalui Menulis, ia menjelaskan bahwa dengan menulis kita akan menjadi terkenal, lebih dapat membuka diri untuk perubahan, lebih dapat berpikir secara luas, dan pemikirannya tidak kalah pintar dari seorang professor sekali pun karena dia terus membaca dan bergelut dengan buku dan berita. Selain itu menulis juga dapat dijadikan ajang untuk mencari penghasilan, menjadikan pola pikir yang maju dan menuntut hal yang baru, menjadi ciri manusia yang berintelektual, serta dengan menulis kita dapat menyampaikan madsut pesan yang terkandung dalam isi tulisan pada masyarakat.

Membangun Pemuda yang Produktif dengan Menulis
            Sebuah keungulan dan hobi sejatinya belum lengkap tanpa kita mendapat manfaat dari itu. Manfaat yang sudah pasti didapat adalah pengetahuan yang tak ternilai harganya. Pengetahuan saja tidak cukup bila kita hanya sekadar mengetahuinya saja. Kesuksesan bukan saja kita cerdas, namun bagaimana kita mengolah itu untuk bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam bahasan ini kita akan berbicara tentang pentingnya seorang pemuda yang dapat bermanfaat dan produktif bagi lingkungannya. Pemuda yang bergelut didunia penulisan memang perlu menguasahi betul teknik penulisan dan pemasaran suatu karya agar ia sukses. Kesuksesan sebagai penulis sangatlah beragam, kita bisa sebagai seorang guru yang selalu mengajari kepada generasi dibawah kita tentang dunia penulisan. Dengan cara seperti itu kita akan jadi orang yang bermanfaat dan berkembang, karena ilmu yang kita berikan tak ternilai harganya dan semakin kita mengajarkannya kita akan mendapat ilmu – ilmu baru. Tindakan belajar mengajar sebagai contoh pada aspek dunia penulisan tadi sangat dianjurkan. Seperti pada firman Allah SWT : bacalah dengan (meneyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang Mengajarkan (manusia)dengan perantara kalam, Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (al-alaq 1-5). Dari dalil tersebut jelas sekali perintah Allah SWT agar sesame manusia saling berbagi ilmu. Dengan mengajarkan generasi dibawah kita tentang dunia penulisan, secara otomatis kita telah berbagi ilmu pada orang lain.
            Produktif yang lain, seorang pemuda harus pintar – pintar betul agar hasil penulisannya dibaca oleh orang lain. Pemuda yang ingin sukses dengan cara itu harus sungguh – sungguh dan selalu menghargai waktu agar hasil tulisannya baik dan selesai pada waktunya. Ketepatan dalam pengorbitan hasil tulisan juga mempengaruhi terhadap minat baca masyarakat. Penulis harus bisa mengarur waktu kapan ia mengorbitkan karyanya dan kapan pula ia mulai membuatnya suapaya dapat tepat waktu. Dengan pengetahuan akan hal tersebut, otomatis hasil tulisan dari penulis dapat dibaca oleh orang banyak dan secara tidak langsung ibarat mesin uang, keuntungan yang diperoleh akan datang dengan sendirinya. Melihat aspek keproduktifan dari hal menulis, pemuda Indonesia akan maju bila dapat melakukan hal demikian. Bayangkan saja seorang anak yang masih duduk disekolah dasar saja sudah ada yang mengorbitkan novel anak – anak, bagaimana bila pemuda – pemuda kita yang masih remaja hingga dewasa menciptakan bukunya masing – masing ? pasti bangsa ini akan maju dan bermoral karena seorang penulis seperti itu memiliki jiwa kepekaan terhadap lingkungan dan berintelektual tinggi.
            Seorang penulis tidak bisa dikatakan sebagai suatu bakat yang dimiliki seseorang. Menulis tidak terikat oleh apapun, siapapun boleh menulis baik anak – anak, remaja, pemuda, hingga seorang Menteri pun sanggup untuk menulis. Menulis yang baik sebenarnya mudah, hanya saja kita tidak siap untuk mengorbankan waktu kita untuk itu. Pesan untuk pemuda Indonesia, menulis itu suatu hal yang mulia dan jangan pernah menganggap menulis itu sulit. Awalai dirimu dengan niat dan kesungguhan lalu tulis saja tentang masa lalumu atau apa yang ada dipikiranmu hingga kamu mau berpikir untuk melanjutkan ke baris – baris selanjutnya. Menjadi seorang penulis artinya kita adalah orang – orang yang mengetahui sebelum orang lain tau, kita mengetahui permasalahan sebelum orang lain tahu, dan kita mengetahui cara menyeesaikan masalah lebih dahulu.
           
           




0 komentar:

Posting Komentar